19 Januari 2014

Yang (tak) Terlewatkan: Ayuk Maya!


Caca berkerudung merah jambu itu ialah Ayuk Maya. Nama yang beberapa kali muncul dalam Catatan Perjalanan Selatan Sumatera ini. Dialah yang saya sebut perempuan jawa ayu, yang kadang perayu. Yang merah jambu dan pemalu serupa teratai di Pulau Layang. Yang kalau malu-malu suka menutupi wajahnya dengan apa pun. Yang rajin. Yang bangun paling pagi. Yang bisa memasak. Yang tahu kapan saat yang tepat menyuguhkan kopi nikmat. Dan yang terkenal di pasar Pampangan! :D

Saya suka senyumnya. Dan suka sekali melihatnya malu-malu.

Namanya Pratiwi Dwi Suhartanti. Perempuan jawa ayu asal Pedan.

Pedan. Entah ada di bagian mana Pulau Jawa, Pedan itu. Apakah sepelosok Kuala Dua Belas? saya belum tahu. Tapi Maya begitu sering menyebut Pedan. Sesering Dahlan Iskan menyebut Kerja! Kerja! Kerja!

****

Begitu tiba di rumah Aiman siang itu kami berfoto berdua. Ibunda Aiman yang kebetulan ada di ruang yang sama melihat hasil foto kami dan berkomentar, "Mirip foto suami istri yang sudah punya anak 2."

Ah, senang sekali mendengarnya! Haha! :D

"Mas Ical mirip Om-om ya bu?" tanya Maya ke ibunda Aiman.

"Iya, mirip bapak-bapak. Bapaknya anak-anak." kata ibunda Aiman lagi sambil tergelak.

Tentang "om-om" dan "bapak-bapak" itu saya tidak setuju. Saya selalu merasa masih 20. Tapi entah kenapa senang sekali mendengar komentar ibunda Aiman. :D

Rasanya saya belum pernah menulis blog semacam ini. :D

3 komentar:

Dindie mengatakan...

yasalam. membunuh matahari jadi perjalanan penuh cinta. tolong baim ya owoh.

Membunuh Matahari mengatakan...

ya kak dince.. aku akan menulis apa pun yang aku ingin tulis di blog ini. ;)

Aazridho mengatakan...

Cendol Gan !!!

Up up :D